Jumat, 08 Februari 2013

MAKALAH LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Selain sebagai habitat hidup ternyata lingkungan (alam) juga berfungsi sebagai sumber belajar, karena sebagian besar sains yang dikatakan sebagai pecahan dari filsafat itu mengkaji tentang alam lingkungan beserta penghuninya.
Dalam rangka lebih menyukseskan target dalam dunia pendidikan, sangat perlu memperhatikan sarana dan prasarananya, baik dari sisi psikologi sampai dalam bentuk material. Dalam makalah ini penulis mencoba membahas tentang lingkungan sebagai sumber pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
Dengan adanya sedikit gambaran di atas, penulis bias menarik beberapa icon yang kiranya pantas jika kita jadikan rumusan masalah, yaitu:
1. Devinisi Lingkungan
2. Tujuan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
3. Jenis Lingkungan
4. Tekhnik Menggunakan Lingkungan Sebagai Metode Pembelajaran





BAB II
PEMBAHASAN
1. Devinisi Lingkungan
Lingkungan jika dilihat secara makna liter like berarti segala sesuatu benda baik hidup maupun mati yang ada di sekitar kita. Adapun jika lebih kita renungkan lagi, ternyata lingkungan mempunyai arti lebih dari hanya sekedar keberadaan benda di sekeliing kita. Sebagaimana Al-Qur’an mengatakan: إِقْرَاء yang mempunyai kandungan perintah untuk membaca (belajar), tanpa menentukan objek bacaan (pelajaran)
2. Tujuan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Dalam proses belajar mengajar, terkadang guru menampilkan sosok tiruan dari benda sebenarnya yang dijadikan sebagai objek pelajaran, akan tetapi akan lebih mengena bila si murid kita ajak langsung terjun kea lam (lingkungan) agar dalam penganalisisan data lebih mengena karena langsung pada objek sesungguhnya yang real dan akurat.
Adapun tujuan pemilihan lingkungan sebagai sumber belajar adalah sebagai berikut:
1. Supaya kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan siswa duduk di kelas berjam-jam sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi.
2. Supaya hakikat Belajar akan lebih bermakna sebab siswa dihadapkan pada keadaan yang sebenarnya.
3. Supaya bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya dan lebih actual sehingga kebenarannya lebih akurat.
4. Supaya kegiatan belajar siswa lebih konprehenshif dan lebih aktif sebab dapat diakukan dengan berbagai cara seperti wawancara, mengamati dan lain-lain.
5. Supaya sumber belajar menjadi lebih kaya disebabkan lingkungan yang dipelajari beraneka ragam.
6. Supaya siswa dapat memahami dan menghayati aspek yang ada di lingkungannya.
Namun saying walaupun harapan yang diinginkan demikian (seperti yang tertulis di tujuan di atas), akan tetapi dalam penerapan penggunaan Lingkungan sebagai sumber belajar juga terdapat beberapa kelemahan, diantaranya:
1. Kegiatan belajar kurang dipersiapkan sebelumnya yang menyebabkan ketika siswa diajak ke tempat tujuan tidak melakukan kegiatan belajar yang di harapkan sehingga terkesan main-main.
2. Ada kesan dari guru dan siswa bahwa kegiatan mempelajari lingkungan memperlukan waktu yag lebih lama, sehingga menghabiskan waktu untuk belajar di kelas.
3. sempitnya pandangan guru bahwa kegiatan belajar hanya terjadi di dalam kelas.
3. Jenis Lingkungan
1. Lingkungan Sosial
Lingkungan sebgai sumber belajarberkenaan dengan interaksi social dengan kehidupan bermasyarakat seperti organisasi social, adat dan kebiasan, mata pencaharian, kebudayaan, pendidikan, kependudukan, struktur kepemerintahan dan agama. Lingkungan social tepat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu social dan kemanusiaan. Dalam praktek pengajaran penggunaan lingkungan social sebagai sumber belajar hendaknya dimulai dari lingkungan yang paling dekat seperti keluarga, tetangga, Rukun Tetangga, rukun Warga, Kampung, Desa, kec., dan lain-lainnya. Hal ini disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dan tingkat perkembangan anak didik.
2. Lingkungan Alam
Lingkungan alam berkenaan dengan segala sesuatu yang sifatnya alamiyah seperti keadaan geografi, iklim, suhu udara, musim dan lain sebagainya. Lingkungan alan tepat digunakan untuk bidang study Ilmu Pengetahuan Alam.
Aspek-aspek lingkungan alam tersebut diatas dapat dipelajari secra langsung oleh peserta didik oleh cara-cara yang telah disebutkan sebelumnya. Mengingat sifat-sifat dari gejala alam relative tetap tidak seperti dalam lingkungan social, maka akan lebih mudah dipelajari para siswa. Siswa dapat mengamati dan mencatatnya secara pasti, dapat mengamati perubahan-perubahan yang terjadi termasuk prosesnya dan sebagainya. Gejala lain yang dapat dipelajari adalah kerusakan-kerusakan lingkungan alam termasuk factor penyebabnya.
3. Lingkungan Buatan
Di samping lingkungan social dan lingkungan alam yang sifatnya alami ada juga disebut lingkungan buatan yakni lingkungan yang sengaja diciptakan atau dibangun manusia untuk tujuan tertentu yang bermanfaat untuk kehidupan manusia.
Siswa dapat mempelajari lingkungan buatan dari beberapa aspek seperti prosesnya, pemanfaatanntya, pemeliharaannya serta aspek lain yang berkenaan dengan pembngunan dan kepentingan manusia dan masyarakat pada umumnya.
Ketiga lingkungan belajar di atas dapat dimanfaatkan sekolah dalam proses belajar mengajar melalui perencanaan yang seksama oleh para guru bidang study baik secara sendiri-sendiri maupun bersama. Penggunaan lingkungan belajar dapat dilaksanakan dalam jam pelajaran bidang study di luar jam pelajaran dalam bentuk penugasan pesaerta didik atau dalam waktu khusus yang sengaja disiapkan pada akhir semester atau pertengahan semester.
4. Tekhnik Menggunakan Lingkungan Sebagai Metode Pembelajaran
1. Survey
Yaitu siswa sebagai peserta didik mengunjungi lingkungan seperti masyarakat setempat untuk mempelajari proses social, ekonomi, budaya dan lain sebagainya. Kegiatan belajar dilakukan siswa melalui observasi, wawancara dengan beberapa pihak yang dipandang perlu mempelajari data atau dokumen yang ada dan lain-lain. Hasilnya dicatat dan dilap[orkan di sekolah untuk dibahas bersama dan simpukan oleh guru dan siswa untuk melengkapi bahan pembelajaran.
2. Kamping
Kemah memerlukan waktu yang cukup sebab siswa harus dapat menghayati bagaimana kehidupan alam seperti suhu suasana dan lain-lain.
3. Karya Wisata
Yaitu kunjungan siswa keluar kelas untuk mempelajari objek tertentu sebagai bagian integral dari kegiatan kurikuler di sekolah. Sebelum karya wisata dilakukan siswa sebaiknya dilaksanakan objek yang akan dipelajari dan cara mempelajarinya dan kapan sebaiknya dipelajari.
4. Praktek lapangan
Praktek lapangan dilakukan oleh para siswa untuk memperoleh keterampilan dan kecakapan khusus.
5. Mengundang Manusia Sebagai Nara Sumber
Yaitu dengan cara mengundang nara sumber ke sekolah untuk memberikan penjelasan mengenai keahliannya dihadapan para siswa.





BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1 Devinisi Lingkungan
Lingkungan jika dilihat secara makna liter like berarti segala sesuatu benda baik hidup maupun mati yang ada di sekitar kita. Adapun jika lebih kita renungkan lagi, ternyata lingkungan mempunyai arti lebih dari hanya sekedar keberadaan benda di sekeliing kita. Sebagaimana Al-Qur’an mengatakan: إِقْرَاء yang mempunyai kandungan perintah untuk membaca (belajar), tanpa menentukan objek bacaan (pelajaran)
2 Tujuan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Adapun tujuan pemilihan lingkungan sebagai sumber belajar adalah sebagai berikut:
• Supaya kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan.
• Supaya hakikat Belajar akan lebih bermakna.
• Supaya bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya dan lebih actual.
• Supaya kegiatan belajar siswa lebih konprehenshif dan lebih aktif.
• Supaya sumber belajar menjadi lebih kaya disebabkan lingkungan yang dipelajari beraneka ragam.
• Supaya siswa dapat memahami dan menghayati aspek yang ada di lingkungannya.
Adapun Kelemahannya
• Kurangnya persiapan
• Ada kesan memperlukan waktu yag lebih lama
• Sempitnya pandangan guru bahwa kegiatan belajar hanya terjadi di dalam kelas.

3 Jenis Lingkungan
• Lingkungan Sosial
• Lingkungan Alam
• Lingkungan Buatan
4. Tekhnik Menggunakan Lingkungan Sebagai Metode Pembelajaran
• Survey
• Kamping
• Karya Wisata
• Praktek lapangan
• Mengundang Manusia Sebagai Nara Sumber

B. Kritik dan Saran

Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan, sebagai manusia biasa penulis sangat menyadari akan adanya kesalahan dalam isi maupun penulisan makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang progresif dari rekan-rekan sekalian dan khususnya dari Bapak Dosen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar