Friday, November 9, 2012

NORMA ADAT ISTIADAT DI MASYARAKAT


NORMA ADAT ISTIADAT DI MASYARAKAT
Adat atau Tradisi dalam Beribadah Setiap komunitas selalu mempunyai adat dan tradisi khas sesuai dengan peradaban dan falsafah hidup mereka. Adat dan tradisi tersebut lahir sebagai akibat dari dinamika dan interaksi yang berkembang di suatu komunitas lingkungan masyarakat. Oleh karenanya, bisa dikatakan, adat dan tradisi merupakan identitas dan ciri khas suatu komunitas.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adat atau tradisi bermakna kebiasaan perilaku yang dijumpai secara turun-temurun. Karena bermula dari kebiasaan dan itu merupakan warisan dari pendahulu, maka akan terasa sangat ganjil ketika hal itu tidak boleh dilakukan atau dilakukan tapi tidak sesuai dengan kebiasaan yang berlaku.
Allah SWT menciptakan manusia dalam kemajemukan yang terdiri atas suku, bangsa dan tersebar di berbagai tempat. Kemajemukan tersebut melahirkan adat dan tradisi yang sangat beragam. Namun demikian manusia dibekali software yang tidak diberikan kepada makhluk lain, yaitu akal. Dengan akal inilah manusia menjadi makhluk yang sangat terhormat dan diharapkan bisa menjadi khalifah di muka bumi serta mampu menciptakan kreasi-kreasi baru yang membawa kemaslahatan bagi sesama. Dengan kesempurnaan yang dimilikinya, Allah SWT ‘menaruh harapan’ bahwa mereka mampu melakukan yang terbaik di muka bumi. Semua itu sebagai amanah Allah SWT yang harus kita manifestasikan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Yang Maha Esa.
Masyarakat Indonesia memiliki beragam adat dan tradisi yang berbeda dengan negara-negara lain, bahkan dari satu daerah ke daerah yang lain. Beragamnya agama, bahasa dan budaya adalah keniscayaan dalam konteks keindonsiaan.
Ketika masuk ke Indonesia lewat Walisongo, Islam begitu ramah menyapa umat. Tidak ada tindakan anarkis dan frontal melawan tradisi. Kelihaian Walisongo mengakomodasi budaya setempat ke dalam ajaran-ajaran Islam, menampakkan hasil yang luar biasa. Para masyarakat yang sebelumnya menjadi penganut kuat ajaran dinamisme dan animisme, pelan-pelan berbondong-bondong menghadiri majelis-majelis yang diselenggarakan Walisongo. Mereka hadir bukan karena dipaksa, tapi karena sadar bahwa ajaran Islam sangat simpatik dan ‘patut’ diikuti.
Itu hasil kreasi yang patut diapresiasi. Islam adalah agama yang mampu berakumulasi, bahkan hampir bisa dikatakan tak pernah bermasalah dengan budaya setempat. Bahkan budaya bisa didesain ulang atau dimodifikasi dengan tampilan yang elegan menurut syara’ dan lebih berdayaguna demi meningkatkan kasejahteraan hidup. Dengan demikian, kehadiran Islam di tengah masyarakat, dimanapun dan sampai kapanpun, akan selalu menjadi rahmatan lil alamin.

Norma agama


Norma agama adalah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat.
Contoh norma agama ini diantaranya ialah:
a) “Manusia dilarang membunuh”.
b) “Manusia dilarang mencuri”.
c) “Manusia harus patuh kepada orang tua”.
d) “Manusia harus beribadah”.
e) “Manusia dilarang menipu”.
aturan-aturan yang berisi petunjuk tingkah laku yang harus atau tidak boleh dilakukan manusia dan bersifat mengikat. Hal ini berarti bahwa manusia wajib menaati norma yang ada. Norma adalah kaidah atau ketentuan yang mengatur kehidupan dan hubungan antar manusia dalam arti luas. Norma merupakan petunjuk hidup bagi manusia dan pedoman perilaku seseorang yang berlaku di masyarakat.
Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan manusia atau kelompok lainnya. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya.
Norma-norma itu mempunyai dua macam isi, dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik.

Tuesday, October 2, 2012

Menteri Kehutanan Kunjungi Wonogiri


Menteri Kehutanan Kunjungi Wonogiri
WONOGIRI - Pemerintah Kabupaten mendapat kehormatan menerima kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Zulkifli Hassan, SE, MM, dan Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia yang diwakili Deputi Koordinasi Bidang Ekonomi Makro dan Ekonomi Kementerian Perekonomian Bapak Erlangga Mantik, Jumat (4/2). Hadir pula Gubernur Propinsi Jawa Tengah yang diwakili, Sekretaris Daerah Propinsi   Jawa   Tengah Drs. Hadi Prabowo M.Si, serta pejabat Eselon I Kementerian Kehutanan RI. Setelah diterima secara resmi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto membawa membawa rombongan ke Desa Selopuro, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri untuk mengetahui lebih dekat kondisi yang ada di Wonogiri.
Bupati menjelaskan bahwa sebagian besar rakyat Wonogiri adalah petani atau buruh tani. ”Karena itu konservasi tanah dan lahan sangat penting untuk dilakukan. Hal tersebut bisa ditempuh antara lain dengan selalu menjaga kelestarian hutan yang ada dengan pola pengaturan dan pengelolaan lahan dan hutan yang terprogram dan terencana dengan baik. Kesemuanya dapat berjalan lancar apabila didukung segenap elemen masyarakat yang ada, baik pemerintah, masyarakat, juga pihak-pihak yang terkait,” katanya. 
Luas lahan di Kabupaten Wonogiri terdapat 15 ribu hektar atau sekitar 8,4% hutan rakyat, 16 ribu hektar atau 8,9% hutan negara, dan tanah tegalan seluas 61 ribu hektar lebih atau 33,48%. ”Namun satu hal yang membanggakan, bahwa di Desa Selopuro dan Desa Sumberejo Kecamatan Batuwarno telah dibentuk Kelompok Tani Hutan Rakyat Sertifikasi, yang telah mampu membangun kesadaran warga masyarakat untuk turut serta mengelola hutan rakyat dengan baik, melalui program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) sebagai salah satu model pengelolaan hutan di Indonesia,” imbuh Bupati. 
Dikatakan bahwa Kelompok Tani Hutan Rakyat Desa Selopuro dan Sumberejo telah mendapat sertifikasi PHBM, sehingga melalui pasokan produksi hutan mampu menembus pasar nasional dan internasional. Secara kasat mata, sertifikasi PHBM ini mampu memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi produksi hutan rakyat. ”Bisa dikatakan peningkatan kesejahteraan rakyat melalui hutan rakyat telah kami rasakan.” 
Dari beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan model pengelolaan hutan PHBM, yang terpenting dan sangat mendasar, adalah proses konservasi hutan dan lahan telah tertanam menjadi kesadaran masyarakat, sehingga dapat diminimalkan efek berantai dari buruknya kerugian pengelolaan hutan. 
Menteri Kehutanan dalam sambutannya mengatakan bahwa sepanjang perjalanan keliling Wonogiri bersama rombongan, terkagum-kagum dengan apa yang dilakukan masyarakatnya. “Di Wonogiri tidak melihat lahan yang kosong, penuh tanaman dan gunung-gunung yang hijau. Masyarakat demikian merupakan masyarakat ideal. Terimakasih pasa masyarakat Wonogiri yang telah menjaga kelestarian alam dengan baik,” katanya.
Menteri berpesan agar masyarakat Wonogiri menjaga lingkungan ada tidak tejadi dampak-dampak negatif lingkungan. Wonogiri adalah hulu Bengawan Solo, sehingga punya peranan penting bagi masyarakat di sekitar hulu sungai yang dilewati aliran sungai Bengawan Solo.
Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula bantuan Kebun Bibit Rakyat (KBR) senilai Rp 1,3 M dari Kementerian Kehutanan kepada Bupati Wonogiri, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank negeri maupun swasta pada UMKM-UMKM yang ada di Kabupaten Wonogiri, dan bibit tanaman secara simbolis. “Sejumlah 293 desa yang ada di Wonogiri semua mendapat bantuan kebun bibit rakyat senilai 1,3 M tersebut. Per desa atau kelompok memperoleh Rp 50 juta rupiah,” kata Menteri.

Makalah tentang pengrusakan hutan


Hutan Makalah Pengrusakan

BAB I
PENDAHULUAN
  1. A. Latar Belakang
Hutan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada Bangsa Indonesia, merupakan kekayaan yang dikuasai oleh Negara yang memberikan manfaat serbaguna bagi umat manusia, cenderung kondisinya semakin menurun. Hutan juga merupakan salah satu sumber daya alam yang berperan dalam menjaga, mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan air dan kesuburan tanah. Ketersediaan air dan kesuburan tanah merupakan urat nadi kehidupan manusia.
Indonesia dikenal memiliki hutan tropis yang cukup luas dengan keaneka-ragaman hayati yang sangat tinggi dan bahkan tertinggi kedua di dunia setelah Brazillia. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Planologi Kehutanan RI tahun 2000 bahwa luas hutan Indonesia adalah 120,3 juta hektar atau 3,1% dari luas hutan dunia (Suhendang, 2002). Seiring dengan berjalannya waktu dan tingkat kebutuhan akan kayu semakin meningkat, mendorong masyarakat baik secara individu maupun kelompok melakukan eksploitasi hasil hutan dengan tidak memperhatikan kelestariannya. Eksploitasi hasil hutan tersebut biasanya dilakukan secara ilegal seperti melakukan pembalakan liar, perambahan, pencurian yang mengakibatkan kerusakan hutan di Indonesia tidak terkendali (laju kerusakan hutan Indonesia 2,8 juta hektar per tahun). Akibatnya, kerusakan hutan atau lingkungan tak terkendali tersebut mengakibatkan luas hutan semakin menurun, lahan kritis semakin bertambah, dan sering terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya.
Kerusakan hutan di Indonesia tidak hanya terjadi pada hutan alam tetapi juga telah terjadi pada hutan lindung. Padahal, hutan lindung memiliki fungsi yang spesifik terutama berkaitan dengan ketersediaan air. Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting terhadap keberlanjutan kehidupan bagi semua mahluk hidup. Hal ini seperti telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Ketentuan Pokok Kehutanan yang menjelaskan bahwa hutan lindung merupakan kawasan hutan karena keadaan sifat alamnya diperuntukkan guna pengaturan tata air, pencegahan banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah. Oleh karena itu, hutan lindung perlu perhatian yang serius dari semua pihak agar kelestariannya tetap terjamin.
Kerusakan hutan yang terus terjadi telah mengakibatkan malapetaka dan bencana yang menelan korban harta dan jiwa yang tidak sedikit, seperti musibah kebakaran dan kekeringan pada musim kemarau, banjir dan tanah longsor pada musim hujan dan lain sebagainya. Hal ini tertentu merupakan tantangan bagi semua pihak untuk mencari akar permasalahan dan solusi pemecahannya.
  1. B. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai
berikut :

  1. Apakah kerusakan hutan berpengaruh besar terhadap lingkungan di sekitar kawasan hutan ?
  2. Bagaimana cara melibatkan masyarakat dalam proses pemberdayaan kawasan sekitar hutan ?
  3. Upaya-upaya apakah yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjaga kelestarian hutan ?

BAB II
PEMBAHASAN
  1. A. Pengertian Hutan
Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.
Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.
Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
Kawasan hutan lindung adalah kawasan hutan yang telah ditentukan oleh pemerintah untuk dilindungi dari segala macam aktivitas manusia yang mengakibatkan kerusakan hutan atau kehilangan fungsi hutan, seperti mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
  1. B. Peran Hutan Terhadap Lingkungan
    1. a. Peran Hutan
Hutan bukanlah warisan nenek moyang, tetapi pinjaman anak cucu kita yang harus dilestarikan. Jika terjadi bencana, maka dipastikan, biaya ‘recovery’ jauh lebih besar ketimbang melakukan pencegahan secara dini. Begitu pentingnya fungsi hutan sehingga pada 21 Januari 2004 Presiden Megawati merasa perlu mencanangkan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) yaitu gerakan moral yang melibatkan semua komponen masyarakat bangsa untuk memperbaiki kondisi hutan dan lahan kritis. Dengan harapan, agar lahan kritis itu dapat berfungsi optimal, yang juga pada gilirannya bermanfaat bagi masyarakat sendiri. Tujuan melibatkan komponen masyarakat, tentu saja, agar mereka menyadari bahwa hutan dan lingkungan itu sangat penting dijaga kelestariannya.
Hutan memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia diantaranya sebagai berikut :
  1. 1. Pelestarian Plasma Nutfah
Plasma nutfah merupakan bahan baku yang penting untuk pembangunan di masa depan, terutama di bidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri.
Penguasaannya merupakan keuntungan komparatif yang besar bagi Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, plasma nutfah perlu terus dilestarikan dan dikembangkan bersama untuk mempertahankan keanekaragaman hayati.
  1. 2. Penahan dan Penyaring Partikel Padat dari Udara
Udara alami yang bersih sering dikotori oleh debu, baik yang dihasilkan oleh kegiatan alami maupun kegiatan manusia. Dengan adanya hutan, partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap pada permukaan daun, khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon, cabang dan ranting. Dengan demikian hutan menyaring udara menjadi lebih bersih dan sehat.

  1. 3. Penyerap Partikel Timbal dan Debu Semen
Kendaraan bermotor merupakan sumber utama timbal yang mencemari udara di daerah perkotaan. Diperkirakan sekitar 60-70 % dari partikel timbal di udara perkotaan berasal dari kendaraan bermotor. Hutan dengan kanekaragaman tumbuhan yang terkandung di dalamnya mempunyai kemampuan menurunkan kandungan timbal dari udara.
Debu semen merupakan debu yang sangat berbahaya bagi kesehatan, karena dapat mengakibatkan penyakit sementosis. Oleh karena itu debu semen yang terdapat di udara bebas harus diturunkan kadarnya.
  1. 4. Peredam Kebisingan
Pohon dapat meredam suara dan menyerap kebisingan sampai 95% dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun, cabang dan ranting. Jenis tumbuhan yang paling efektif untuk meredam suara ialah yang mempunyai tajuk yang tebal dengan daun yang rindang. Berbagai jenis tanaman dengan berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi akan dapat mengurangi kebisingan, khususnya dari kebisingan yang sumbernya berasal dari bawah.
  1. 5. Mengurangi Bahaya Hujan Asam
Pohon dapat membantu dalam mengatasi dampak negatif hujan asam melalui proses fisiologis tanaman yang disebut proses gutasi. Proses gutasi akan memberikan beberapa unsur diantaranya ialah : Ca, Na, Mg, K dan bahan organik seperti glumatin dan gula. Bahan an-organik yang diturunkan ke lantai hutan dari tajuk melalui proses through fall dengan urutan K>Ca> Mg>Na baik untuk tajuk dari tegakan daun lebar maupun dari daun jarum.
Hujan yang mengandung H2SO4 atau HNO3 apabila tiba di permukaan daun akan mengalami reaksi. Pada saat permukaan daun mulai dibasahi, maka asam seperti H2SO4 akan bereaksi dengan Ca yang terdapat pada daun membentuk garam CaSO4 yang bersifat netral. Dengan demikian adanya proses intersepsi dan gutasi oleh permukaan daun akan sangat membantu dalam menaikkan pH, sehingga air hujan menjadi tidak begitu berbahaya lagi bagi lingkungan. pH air hujan yang telah melewati tajuk pohon lebih tinggi, jika dibandingkan dengan pH air hujan yang tidak melewati tajuk pohon.
  1. 6. Penyerap Karbon-monoksida
Mikro organisme serta tanah pada lantai hutan mempunyai peranan yang baik dalam menyerap gas. Tanah dengan mikroorganismenya dapat menyerap gas ini dari udara yang semula konsentrasinya sebesar 120 ppm (13,8 x 104 ug/m3) menjadi hampir mendekati nol hanya dalam waktu 3 jam saja.
  1. 7. Penyerap Karbon-dioksida dan Penghasil Oksigen
Hutan merupakan penyerap gas CO2 yang cukup penting, selain dari fitoplankton, ganggang dan rumput laut di samudera. Cahaya matahari akan dimanfaatkan oleh semua tumbuhan baik di hutan kota, hutan alami, tanaman pertanian dan lainnya dalam proses fotosintesis yang berfungsi untuk mengubah gas CO2 dan air menjadi karbohidrat dan oksigen. Dengan demikian proses ini sangat bermanfaat bagi manusia, karena dapat menyerap gas yang bila konsentrasinya meningkat akan beracun bagi manusia dan hewan serta akan mengakibatkan efek rumah kaca. Di lain pihak proses ini menghasilkan gas oksigen yang sangat diperlukan oleh manusia dan hewan.
  1. 8. Penahan Angin
Angin kencang dapat dikurangi 75-80% oleh suatu penahan angin yang berupa hutan kota.

  1. 9. Penyerap dan Penapis Bau
Daerah yang merupakan tempat penimbunan sampah sementara atau permanen mempunyai bau yang tidak sedap. Tanaman dapat menyerap bau secara langsung, atau tanaman akan menahan gerakan angin yang bergerak dari sumber bau.
  1. 10. Mengatasi Penggenangan
Daerah bawah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evapotranspirasi yang tinggi. Jenis tanaman yang memenuhi kriteria ini adalah tanaman yang mempunyai jumlah daun yang banyak, sehingga mempunyai stomata yang banyak pula.
  1. 11. Mengatasi Intrusi Air Laut dan Abrasi
Kota-kota yang terletak di tepi pantai seperti DKI Jakarta pada beberapa tahun terakhir ini dihantui oleh intrusi air laut. Pemilihan jenis tanaman dalam pembangunan hutan kota pada kota yang mempunyai masalah intrusi air laut harus betul-betul diperhatikan. Upaya untuk mengatasi masalah ini yakni membangun hutan lindung kota pada daerah resapan air dengan tanaman yang mempunyai daya evapotranspirasi yang rendah.
Hutan berupa formasi hutan mangrove dapat bekerja meredam gempuran ombak dan dapat membantu proses pengendapan lumpur di pantai. Dengan demikian hutan selain dapat mengurangi bahaya abrasi pantai, juga dapat berperan dalam proses pembentukan daratan.
  1. 12. Produksi Terbatas
Hutan memiliki fungsi in-tangible juga tangible. Sebagai contoh, pohon mahoni di hutan kota Sukabumi sebanyak 490 pohon telah dilelang dengan harga Rp. 74 juta. Penanaman dengan tanaman yang menghasilkan biji atau buah yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan warga masyarakat dapat meningkatkan taraf gizi dan penghasilan masyarakat.
  1. 13. Ameliorasi Iklim
Salah satu masalah penting yang cukup merisaukan penduduk perkotaan adalah berkurangnya rasa kenyamanan sebagai akibat meningkatnya suhu udara di perkotaan. Hutan kota dapat dibangun untuk mengelola lingkungan perkotaan agar pada saat siang hari tidak terlalu panas, sebagai akibat banyaknya jalan aspal, gedung bertingkat, jembatan layang, papan reklame, menara, antene pemancar radio, televisi dan lain-lain. sebaliknya pada malam hari dapat lebih hangat karena tajuk pepohonan dapat menahan radiasi balik (reradiasi) dari bumi.
  1. 14. Pelestarian Air Tanah
Sistem perakaran tanaman dan serasah yang berubah menjadi humus akan memperbesar jumlah pori tanah. Karena humus bersifat lebih higroskopis dengan kemampuan menyerap air yang besar maka kadar air tanah hutan akan meningkat.
Jika hujan lebat terjadi, maka air hujan akan turun masuk meresap ke lapisan tanah yang lebih dalam menjadi air infiltrasi dan air tanah dan hanya sedikit yang menjadi air limpasan. Dengan demikian pelestarian hutan pada daerah resapan air dari kota yang bersangkutan akan dapat membantu mengatasi masalah air dengan kualitas yang baik.
  1. 15. Penapis Cahaya Silau
Manusia sering dikelilingi oleh benda-benda yang dapat memantulkan cahaya seperti kaca, aluminium, baja, beton dan air. Apabila permukaan yang halus dari benda-benda tersebut memantulkan cahaya akan terasa sangat menyilaukan dari arah depan, akan mengurangi daya pandang pengendara.
Keefektifan pohon dalam meredam dan melunakkan cahaya tersebut bergantung pada ukuran dan kerapatannya.
  1. 16. Mengurangi Stress, Meningkatkan Pariwisata dan Pencinta Alam
Kehidupan masyarakat di lingkungan hidup kota mempunyai kemungkinan yang sangat tinggi untuk tercemar, baik oleh kendaraan bermotor maupun industri. Petugas lalu lintas sering bertindak galak serta pengemudi dan pemakai jalan lainnya sering mempunyai temperamen yang tinggi diakibatkan oleh cemaran timbal dan karbon-monoksida. Oleh sebab itu gejala stress (tekanan psikologis) dan tindakan ugal-ugalan sangat mudah ditemukan pada anggota masyarakat yang tinggal dan berusaha di kota atau mereka yang hanya bekerja untuk memenuhi keperluannya saja di kota. Hutan kota juga dapat mengurangi kekakuan dan monotonitas.
  1. b. Kerusakan Hutan dan Lingkungan
Ternyata dengan semakin tidak harmonisnya hubungan manusia dengan alam tumbuhan mengakibatkan keadaan lingkungan di perkotaan menjadi hanya maju secara ekonomi namun mundur secara ekologi. Padahal kestabilan kota secara ekologi sangat penting, sama pentingnya dengan nilai kestabilannya secara ekonomi. Oleh karena terganggunya kestabilan ekosistem perkotaan, maka alam menunjukkan reaksinya berupa: meningkatnya suhu udara, penurunan air tanah, banjir, penurunan permukaan tanah, intrusi air laut, abrasi pantai, pencemaran air berupa air minum berbau, mengandung logam berat, pencemaran udara seperti meningkatnya kadar CO2, ozon, karbon-dioksida, oksida nitrogen dan belerang, debu, suasana yang gersang, monoton, bising dan kotor.
Dalam waktu dua tahun terakhir kita merasakan peristiwa alam, seperti bencana banjir dan longsor. Diawali banjir bandang di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, pada 11 Desember 2002. Tak kurang dari 26 orang meninggal dunia dengan tragis. Di awal tahun 2003, banjir bandang Jakarta mengakibatkan beberapa penduduk tewas, puluhan ribu masyarakat harus mengungsi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Akibat ikutan lain, adanya banjir di Jakarta ini melumpuhkan kegiatan sektor swasta, termasuk pengiriman barang-barang ekspor mereka.
Di Mandalawangi, Garut, Jawa Barat pada tanggal 28 Januari 2003 telah terjadi tanah longsor dengan jumlah korban meninggal 21 orang. Memasuki akhir musim penghujan tahun 2002/2003 dikejutkan dengan peristiwa hujan lebat dan longsor di Flores, yang kemudian disusul peristiwa alam yang didominasi oleh kekeringan di Pantura Pulau Jawa. Pada akhir 2003 terjadi bencana banjir bandang yang sangat dahsyat di Bukit Lawang; Bahorok, Sumatera Utara pada tanggal 2 November 2003 yang membawa korban tidak kurang dari 134 orang meninggal serta ratusan lainnya hilang. Pada Desember 2003 beberapa wilayah Jambi terendam banjir sampai sekitar seminggu. Yang terakhir adalah peristiwa banjir besar di kota Mojokerto 4-5 Februari 2004.
Peristiwa alam dan lingkungan tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa alam sedang bergolak menuju keseimbangan baru. Kondisi ini akan terus bergerak menyesuaikan diri terhadap intervensi manusia yang tidak pernah berhenti mempengaruhinya, serta kemungkinan perubahan alam itu sendiri yang perlu dicermati. Proses alam dalam menuju keseimbangan baru ini sering kurang bisa ditangkap maknanya oleh manusia, sebaliknya manusia seringkali saling menyalahkan bukannya mencari solusi yang arif.
Bencana alam, seperti banjir, yang terjadi pada tahun 2003 dan yang berlanjut sampai awal tahun 2004 kalau ditelusuri disebabkan oleh dua kelompok faktor yakni faktor yang tidak dapat dikendalikan manusia dan faktor yang dapat dikendalikan manusia. Curah hujan kecepatan angin, dan geologi merupakan contoh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia.
Penelusuran faktor-faktor yang berpengaruh pada peristiwa alam yang menimbulkan bencana dua tahun terakhir ini menunjukkan bahwa ada faktor alamiah yang tidak bisa dikendalikan manusia, tetapi juga banyak faktor yang sebetulnya berasal dari intervensi manusia, termasuk arah kebijakan yang tidak tepat. Curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi, angin kencang, gempa bumi, dan letusan gunung berapi merupakan contoh-contoh faktor alam yang tidak bisa dikendalikan manusia. Sedangkan masalah invasi spesies eksotik, illegal logging di kawasan hutan, pemukiman, dan budidaya pertanian di lereng gunung merupakan bentuk intervensi yang sebetulnya dapat dikendalikan manusia. Semua itu berpengaruh besar terhadap peristiwa banjir bandang dan tanah longsor. Antara faktor alam dan
faktor manusia sangat sulit dipisahkan karena adanya interaksi timbal balik dalam suatu ekosistem .

BAB III
PENUTUP
  1. A. Kesimpulan
Hutan lindung sebagai salah satu sumber daya alam yang berperan menjaga, mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan air dan kesuburan tanah merupakan urat nadi kehidupan manusia yang saat ini cenderung menurun keberadaannya. Perambahan dan pembalakan liar (illegal logging) terjadi di mana-mana dan menyebabkan kerusakan hutan yang tidak terkendali. Akibatnya bencana alam seperti banjir, tanah longsor sudah menjadi langganan pada musim hujan tiba yang tidak jarang menelan korban ratusan jiwa masyarakat yang tidak berdosa. Ironisnya, banyak pihak termasuk pemerintah selalu menyalahkan dan bahkan menuduh masyarakat sekitar kawasan hutan sebagai penyebab utama kerusakan hutan.
Tuduhan ini sangat tidak beralasan, apalagi jika dilihat secara dekat kondisi kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan, seperti kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Rogo Jampi yang sebagian besar (78%) dalam kondisi miskin dan tidak berdaya. Kondisi inilah perlu dipahami dan dijadikan salah satu pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan penyusunan program, agar setiap kebijakan dan program tentang pengaturan pengelolaan hutan yang diambil tetap memperhatikan kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan lindung.
Paradigma perencanaan pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat yang sentralistik yaitu program dirancang dari atas tanpa melibatkan masyarakat harus diubah kearah peningkatan partisipasi masyarakat lokal secara optimal.
Anggapan sebagian elit bahwa untuk mencapai efisiensi pembangunan, masyarakat tidak mempunyai kemampuan menganalisis kondisi dan merumuskan permasalahan, serta solusi pemecahannya, harus diubah bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan dan masyarakatlah yang paling mengetahui dan mengenal potensi dan permasalahan yang mereka hadapi.
Perencanaan sentralistik dan anggapan bahwa masyarakat tidak mampu menganalisis dan merumuskan permasalahannya, disinyalir merupakan salah satu penyebab kegagalan program pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
  1. B. Saran
Dari penjelasan yang disampaikan pada bab-bab terdahulu maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :
  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat sekitar kawasan hutan lindung dapat segera diidentifikasi oleh pemerintah dan masyarakat sehingga dapat segera dicarikan solusi untuk proses pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung .
  2. Kepada masyarakat luas agar lebih memperhatikan kelestarian kawasan hutan lindung agar terhindar dari segala dampak buruk kerusakan hutan.

Sunday, September 30, 2012

SENI RUPA TERAPAN


SENI RUPA TERAPAN
Seni rupa terapan adalah hasil karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai fungsi atau manfaat. Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis. Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto.
Selain itu kaya seni rupa terapan juga dibedakan menjadi 3, yaitu hasil karya ukiran, hasil karya patung, dan hasil karya batik.
  • Menurut hasil karya ukiran, contoh benda-bendanya adalah ukiran kayu dari Jepara dan ukiran kayu dari Bali.
  • Menurut hasil karya patung, contoh benda-bendanya adalah patung kayu dari suku Asmat, patung batu Pangeran Diponegoro, dan Patung kayu dari Bali.
  • Menurut hasil karya batik, contoh benda-bendanya adalah baju, sprei, kain, gorden, dll
http://dianvalen.files.wordpress.com/2010/04/1.jpgYang Termasuk seni rupa terapan yaitu:
Karya Seni Rupa Terapan (UKIRAN)
LUKISAN PERAHU
Lukisan yang di pajang agar setiap orang dapat menikmati keindahan dari lukisan tersebut.
http://dianvalen.files.wordpress.com/2010/04/untitled2.png
“Perkelahian dengan Singa, antara hidup dan Mati” (1870), karya pelukis Raden Saleh (1811-1880), di museum koleksi lukisan Istana Bogor, Jawa barat.

http://dianvalen.files.wordpress.com/2010/04/untitled1.pngLukisan di bawah ini adalah karya pelukis legendaris Indonesia, Raden Saleh Sjarief Bustaman (Th. 1807–1880), berjudul : “Die Löwenjagd” (Th. 1840).

http://dianvalen.files.wordpress.com/2010/04/s_389675_kaca41.jpgLUKISAN KACA, yang tentu saja lukisan tersebut mempunyai maksud dan tujuan lain selain untuk keindahan, tetapi akan lebih jelas perbedaannya apabila kita amati lukisan KACAPATRI. jelas yang terakhir ini mempunyai fungsi praktis, yaitu untuk keindahan dan fentilasi agar sinar dapat masuk ke dalam rumah??  fungsi praktis inilah yang membedakan, apakah karya seni tersebut merupakan karya seni rupa murni atau terapan.
KARYA SENI RUPA TERAPAN ( PATUNG )
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/3/37/300px-AmaravatiScroll.JPGPatung di buat sesuai dengan arti atau gagasan yang sudah di pikirkan oleh pengrajin (pembuat patung)
Suatu patung juga dapat di gunakan sebagai symbol – symbol tertentu, yang tidak semua orang dapat mengetahui orang tersebut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMhNaddgi5aA9nh4unNiLnFd93l-2Fbuze1ZjrCW5yHPdMyoRcqTnK3gIiiT1jlmAgZfhf1K1x-W0mx_VYe98Eal9glBB9miBScrHJLKEsKZYOoSiEikbM3eS8Y63OAbZ6OQNq7J61kBs/s1600/626px-Michelangelo_Petersdom_Pieta.JPG






https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8En_H8oiCe5BcgZSqFyDrP3cElb7mDXz31xwzsw6XyFnxfKEl2pKPO8DctPYvQpuczCCWH27nLkQcQbv6xhdqZae5uL9Oc_GVhyBMkHrFbA5R8LDQh2ATPHD81NwaIwrohEJrtw3Kov0/s1600/batik2.jpgKARYA SENI RUPA TERAPAN (BATIK)
a. Karya seni rupa terapan/ pakai (applied art/ useful art), yaitu karya seni yang mengalami fungsi ganda. Pertama, sebagai alat bantu kehidupan sehari-hari, dan kedua segi keindahan untuk pemenuhan rasa kepuasan batin. Karya seni yang mempunyai fungsi ganda contohnya pakaian, rumah, pisau, sepatu, kendaraan, tas, jam tangan, sabuk, kacamata, dll. termasuk juga batik.
Motif batik dapat dilihat dan dikenali dari segi bentuk dan motifnya.
Batik selain bisa juga dapat sebagai benda berdimensi 2, yang sangat indah.
http://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2010/04/lukisan-kaligrafi1.jpg

Saturday, September 29, 2012


MANAJEMEN  ASUHAN  KEBIDANAN  KOMUNITAS  PADA  KELUARGA  TN  ” S ” DI DUSUN BALANGE,DESA
ULUBALANG, KEC.SALOMEKKO, KAB.BONE
 TANGGAL 27 FEBRUARI 2012

I.    PENGUMPULAN DATA
A.     BIODATA KK
Nama                                  :  TN ”S”
Umur                                   :  36 Tahun
Suku / bangsa                      :  Bugis / Indonesia
Agama                                 :  Islam
Pendidikan terakhir              :  SD
Pekerjaan pokok                 :  Petani
Penghasilan perbulan            :  ±Rp 200.000/bulan
Perkawinan ke                     :  1 (pertama)
Lamanya menikah                :  8 Tahun
Alamat                                 :  Dusun Balange, Desa Ulubalang








B.     SUSUNAN ANGGOTA KELUARGA

No.
NAMA
L/P
UMUR
Hub.dgn KK
PEKERJAAN
PENDIDIKAN
KET.
1

2.


3.


4.

Tn “S”

Ny “D”

An “N”

An “M”
L

P


P


L

36  thn

36  thn


3  thn


2  thn

Suami

Istri


anak 1


anak 2
Petani

IRT


-


-


SD

SMP


-


-





C.     GENOGRAM  à gambarkan 3 generasi
 





                                                                                                                                  
                                               

                                                                                                                                   
                                          



Ket      :
 

                        : perempuan
 

                        : laki-laki

                        : serumah


D. POLA KEGIATAN SEHARI-HARI
1.         Kebiasaan tidur
-      Tidur siang    : tidak teratur tergantung pada kemauan anggota keluarga
-      Tidur malam : kebiasaan tidur malam mulai pukul 22.00 wita
2.Kebiasaan makan
a.       Pola nutrisi keluarga
Nasi, lauk, sayur dan buah
b.      Frekuensi makan
Kebiasaan makan anggota keluarga 3 x sehari
c.       Makanan pantang     :tidak ada
3.Personal hygiene dalam keluarga
a.       Kebersihan rambut
- Mencuci rambut /minggu :3x
- Bahan pencuci rambut yaitu sampoo.
b.      Kebiasaan mulut dan gigi
Kebiasaan menggosok gigi anggota keluarga 2 kali perhari dengan menggunakan pasta gigi .
c.       Kebiasaan mandi perhari
Kebiasaan mandi anggota keluarga tidak teratur,tergantung pada kemauan anggota keluarga masing-masing.

d.      Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan
Mencuci tangan merupakan kebiasaan yang selalu dilakukan oleh anggota keluarga.
e.       Kebiasaan memotong kuku
Kebisaan memotong kuku anggota keluarga tidak teratur.
1.      Penggunaan waktu senggang
-  waktu senggang keluarga biasanya digunakan atau dimanfaatkan untuk menonton TV bersama.
2.      Situasi social budaya dan ekonomi
a.       Peranan anggota keluarga dan hubungannya dengan masyarakat
Ÿ         Ayah sebagai pencari nafkah
Ÿ         Ibu mengatur urusan rumah tangga
Ÿ         Hubungan keluarga dengan masyarakat sekitar cukup baik.
Ÿ         Kegiatan masyarakat yang dilakukan adalah kerja bakti.
b.   Suku/agama
Ÿ         Bapak dan ibu serta anggota keluarga lainnya adalah suku bugis.
Ÿ         Keluarga beragama islam dan mereka cukup taat melaksanakan ajaran agama.
c.       Penghasilan
Ÿ         Pekerjaan bapak adalah petani
Ÿ         Penghasilan kuarng dari Rp 200,000/ bulan
E.     SITUASI LINGKUNGAN
1.      Keadaan rumah :
Ÿ         Luas rumah : 6 x 8 m
Ÿ         Keadaan rumah
Keluarga menempati rumahnya permanen dalam bentuk rumah panggung dengan perabot rumah cukup teratur.
Ÿ         Ventilasi udara
Ventilasi rumah cukup baik sehingga pertukaran udara dan sinar matahari juga baik .
Ÿ         Klasifikasi rumah
Kebersihan rumah cukup baik.
Ÿ         Pekarangan rumah
Pekarangan rumah cukup kotot karena didepan rumah banyak rumput.




2.       Denah rumah : gambarkan sesuai kondisi rumah
  Ket : Bentuk rumah semi permanen
 

   F                                         E

 

                                                                                                          C                         
                                                D                                                
                                                                                              
                                                                                           C

 

                                                                                        B
                                                                                C


                                                                                                       A




                                                    Jalan

Ket :
A = Teras Rumah
B = Ruang Tamu
C = Kamar Tidur
D = Ruang Keluarga
E = Dapur
F = WC

3.      Sumber air minum
Keluarga memperoleh air minum dari sumur gali yang cukup bersih,sumur tersebut di gunakan untuk air minum,memasak,mandi dan mencuci.
4.      Jenis jamban
Jenis jamban keluarga berupa WC yang berbentuk leher angsa yang Nampak kurang bersih.
5.      Jenis SPAL
Jenis SPAL ( saluran pembuagan air limbah ) yang di gunakan dalam keluarga adalah terbuka.
6.      Pembuangan sampah
Tempat pembuangan sampa pada keluarga yaitu di kumpulkan lalu di bakar.
7.      Kepemilikan ternak
Ibu dan keluarga memiliki ternak peliharaan,sehingga banyak kotoran ayam disekitar teras dan pekarangan ibu.
8.      Pemanfaatan fasilitas kesehatan
Ibu dan keluarga rajin memeriksakan kesehatan di PKM.



F. KEADAAN KESEHATAN KELUARGA
v     PMS
PMS adalah penyakit dapat di tularkan dari seorang kepada orang lain melalui hubungan seksul.
v     SADARI
SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri adalah metode pemeriksaan pada bagian payudara untuk mendeteksi adanya benjolan pada payudara
v     PAP SMEAR
PAP SMEAR adalah pemeriksaan yang di lakukan untuk mendeteksi secara dini terjadinya penyakit pada alat kelamin.
2.      ANALISA DATA
1.      Data Subjektif
Ibu mengatakan SPALnya terbuka.
Data Objektif
Nampak air limbah yang tergenang di belakang rumah.
Analisa Data
Keluarga tidak mempunyai SPAL yang sesuai standar.
2.      Data Subjektif
a.       Ibu mengatakan menggunakan metode KB alamiah.
b.      Ibu takut ber Kb
Data Objektif
Ibu belum mempunyai pengetahuan tentang KB.
Analisa Data
Ibu bukan akseptor KB.
3.      Data Subjektif
Keluarga mengatakan  tidak mengetahui tentang PMS,SADARI,PAP SMEAR.

Data Objektif
Keluarga merasa bingung.
Analisa Data
Keluarga sama sekali tidak mengetahui tentang PMS,SADARI,PAP SMEAR.
III. PERUMUSAN DIAGNOSA/MASALAH
Dari data yang telah dikumpulkan dan hasil analisa maka dapat dirumuskan masalah-masalah keluarga Tn “S”  :
A.SPAL keluarga tidak mempunyai

No.
KRITERIA
PERHITUNGAN
NILAI
PEMBENARAN
1.
Sifat ,masalah
     2/3 x1
    2/3
Kurang pengetahuan keluarga tentang kesehatan lingkungan.
2.
Kemungkinan masalah dapat diubah
     1/2 x1
      1
Keluarga dapat membuat SPAL yang tertutup
3.
Potensi pencegahan
      2/3 x1
       2/3
Adanya keinginan keluarga untuk memperbaharui kesehatan.
4.
Penonjolan masalah
       0/2 x1
      0
Masalah tidak di rasakan

      Total

2 1/3




B.KELUARGA BERENCANA

No.
        KRITERIA
PERHITUNGAN
  NILAI
       PEMBENARAN
1.
Sifat masalah
       2/3 x1
   2/3
Ancaman kesehatan
2.
Kemungkinan masalah dapat diubah
       1/3x1
   1
Tidak adnya keinginan ibu untuk mengikuti program KB, karena anak adalah titipan allah swt yang harus disyukuri.
3.
Potensi pencegahan
       1/3 x 1
   1/3
Keluarga tidak yakin bahwa program KB akan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga ( falsafah banyak anak banyak reski ).
4.
Penonjolan masalah
      0/2 x1
    0
Keluarga tidak menyadari banyak anak banyak masalah.

       Total

      2


IV.  INTERVENSI
Tanggal 27 februari 2012, jam 15.20 wita
1.      Masalah kesehatan lingkungan
DS : ibu mengatakan SPALnya terbuka
DO: nampak SPAL di belakang rumah berceceran kemana-mana.
Tujuan :
Ø      Keluarga mengerti tentang kesehatan lungkungan
Ø      Keluarga dapat memiliki SPAL yang memenuhi kriteria.
Kriteria :
Ø      Keluarga dapat menjelaskan  tentang kesehatan lingkunga
Ø      Keluarga mengetahui hal yang akan timbul jika lingkungan kotor.
Rencana Tindakan
1.      Berikan penyuluhan tentang pentingnya kesling
Rasional : keluarga mengetahui pentingnya kesehatan lingkungan.
2.      Berikan dan ajarkan kepada keluarga tentang SPAL yang memenuhi kriteria.Rasional : memiliki SPAL yang memenuhi kriteria akan memutuskan mata rantai dari vektor penyakit.
3.      Berikan penjelasan tentang penyakit yang dapat timbul jika SPAL yang tidak memenuhi kriteria.
Rasional ; mengetahui hal-hal yang dapat timbul jika SPAL tidak memenuhi kriteria.
2.      Masalah keluarga Berencana
DS : ibu mengatakan ibu tidak ber KB
DO: ----

Tujuan :
Ø      Keluarga dapat mengerti pentingnya dan manfaat KB
Ø      Keluarga dapat mengatur dan jumlah anak dengan KB
Ø      Ibu mengetahui keuntungan dan kerugian tentang KB
       Kriteria :
Ø      Ibu ingin menjadi akseptor KB
Ø      Ibu mengetahui jenis-jenis KB
Ø      Ibu mengetahui keuntungan dan kerugian tentang KB.
Rencana Tindakan
1.      Berikan penjelasan tentang macam-macam KB dan efek sampingnya
Rasional : ibu dapat mengetahui dan mengerti macam-macam KB dan efek sampingnya sehingga dapat menentukan pilihannya.
2.      Berikan ibu motivasi untuk menjadi akseptor KB
Rasional : ibu dapat mengatur jarak kehamilannya.
V.     IMPLEMENTASI
Tanggal 27 februari 2012, jam 15.40 wita
1.      Masalah Lingkungan
a.       Memberikan penyuluhan tentang pentingnya kesling.
Keluarga mengetahui pentingnya kesehatan lingkungan
b.      Memberikan dan mengajarkan kepada keluarga tentang SPAL yang memenuhi target.
Memiliki SPAL yang kreteria akan memutuskan mata rantai dari vektor penyakit.
c.       Memberikan penjelasan tentang penyakit yang timbul jika SPAL yang tidak memenuhi kriteria.
2.      Masalah Keluarga Berencana
a.       Memberikan penjelasan tentang macam-macam KB
J     Senggama terputus
J     Kondom
J     Pil
J     Suntikan
J     Tubektomi
J     Vasektomi
b.      Memberikan ibu motivasi untuk menjadi akseptor KB
Ibu dapat mengatur jarak kehamilannya.
VI.   EVALUASI
Tanggal 27 februari 2012, jam 16.20 wita
1.      Masalah kesehatan lingkungan
a.       Setelah penyuluhan keluarga dapat mengetahui tentang kesling.
b.      Keluarga dapat mengerti dan memahami tentang SPAL yang sehat dan penyakit yang dapat di timbulkan oleh SPAL yang kotor.
2.      Masalah keluarga berencana
a.       Setelah penyuluhan ibu mengetahui tentang macam-macam KB
b.      Ibu bersedia menjadi akseptor KB
                                        SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik                        :
Ø      kesling ( saluran pembuangan air limbah )
Waktu / Tempat        : 
Ø      Tanggal 27 februari 2012/ Rumah Keluarga Binaan
Sasaran                     :
Ø      keluarga binaan
Tujuan Umum            :
Ø      setelah mendengar penyuluhan di harapkan keluarga mampu memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan.
Tujuan Khusus           : 
Ø      setelah mendengarkan penyuluhan keluarga di harapkan untuk menyebutkan pengertian kesehatan lingkungan ,menjelaskan ruang lingkup kesehatan ,menjelaskan pengaruh kesehatan lingkungan rumah terhadap kesehatan lingkungan ,serta menciptakan lingkungan rumah yang memnuhi syarat kesehatan kesehatan.
Materi                       :
Ø      pengertian kesehatan lingkungan
Ø      syarat-syarat lingkungan rumah yang sehat
Ø      pengaruh kesehatan lingkungan rumah terhadap kesehatan
Ø      ruang lingkup kesehatan lingkungan
Metode                     :    
Ø      Ceramah.
Ø      Tanya jawab

Media                       :  --------
SALURAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH


1.   Pengertian kesehatan lingkungan
Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat terjamin kesehatan manusia khususnya penghuni rumah.
2.   Syarat-syarat lingkungan rumah yang sehat
v     Harus mempunyai pekarangan /halaman yang cukup
v     Harus mempunyai ventilasi yang cukup yang memungkinkan sirkulasi udara menjadi lancar
v     Harus cukup mendapat penerangan,baik siang maupun malam hari.
v     Mempunyai WC dan kamar mandi
v     Adanya sumber air yang sehat
v     Harus ada tempat pembuangan kotoran ,sampah,dan air limbah yang baik.
v     Harus dapat mencegah perkembangan vektor penyakit misalnya nyamuk,tikus,dsb.
3.   Pengaruh kesehatan lingkungan
Keluarga yang sehat biasanya berasal dari lingkungan yang sehat pula,apabila kesehatan lingkungan rumah terjamin maka di harapkan kesehatan keluarga dapat meningkatkan rumah yang bersih dapat juga memberikan kenyamanan bagi penghuninya.
Rumah yang ventilasinya cukup udara keluar  masuk dapat menghindarkan keluarga dari resiko terjadinya penyakit saluran pernafasan.
4.   Ruang lingkup kesling
v  Penyediaan air bersih
v  Penyediaan tempat pencemaran air bersih dan pengeluaran limbah
v  Pengelolahan sampah
v  Pemberantasan vektor
v  Pencegahan dan pengawasan pencemaran tanah
v  Sanitasi makanan
v  Pengendalian pencemaran udara
v  Pengendalian kebisingan perumahan dan pemukiman
v  Tindakan pencegahan yang di perlukan untuk perlindungan lingkungan
v  Tindakan pencegahan yang di prlukan untuk perlindungan lingkungan
5.   Syarat-syarat sumber air minum
v  Tidak berwarna ( jernih )
v  Tidak berbau
v  Tidak berbusa
v  Jarak dari WC minimal 10 meter.

                                

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik                        :  Keluarga Berencana.
Waktu / Tempat        :  Tanggal 27 februari 2012 / Keluarga Binaan
Sasaran                     :  Pasangan Usia Subur ( PUS )
Tujuan Umum            :  Agar ibu mengerti dan mengetahui jenis – jenis keluarga berencana (alat kontrasesi).
Tujuan Khusus           :  Agar ibu mau menjadi akseptor KB.
Metode                     :  Ceramah.
Media                       :  -









KELUARGA BERENCANA
Keluarga Berencana adalah suatu metode yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan untuk mencapai keluarga yang sejahtera.
Jenis – jenis KB :
  1. Metode Amenorea Laktasi ( MAL )
Metode Amenorea Laktasi ( MAL ) adalah jenis kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif saja selama 6 bulan tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lainnya.
MAL dipakai sebagai kontrasepsi, bila :
Ø      Menyusui secara penuh bila pemberian 8 kali sehari.
Ø      Belum haid.
Ø      Umur bayi kurang dari 6 bulan.
  1. Metode Keluarga Berencana Alamiah
Ø      Pantang Berkala atau Sistem Kalender
Senggama dihindari pada masa subur yaitu sekitar 14 hari sebelum dan sesudah haid.
Ø      Metode Suhu Basal
Pantang senggama mulai dari awal siklus haid sampai sore hari ketiga berturut-turut setelah suhu berada di atas garis pelindung
Ø      Senggama Terputus (Coitus Interuptus)
Metode keluarga berencana dimana pria mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum pia mencaai ejakulasi.
  1. Metode Barier
Ø      Kondom
Kondom merupakan selubung / sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil), atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan seksual.
Kondom menghalangi pertemuan sperma dan sel telur dgn mengemas sperma diujung selubung karet yg dipasang pd penis shgga sperma tdk tercurah dalam saluran reproduksi perempuan.
Ø      Diafragma
Diafragma adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet) yang diinsersikan ke dalam vagina selama berhubungan seksual dan menutup serviks. Diafragma bekerja dengan cara menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas (uterus dan tuba fallopi).
Ø      Spermisida
Spermisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk menonaktifkan atau membunuh sperma. Spermisida bekerja dengan menyebabkan sel membran sperma terpecah, memperlambat pergerakan sperma dan menurunkan kemampuan pembuahan sel telur.
  1. Kontrasepsi Kombinasi (Hormon Estrogen dan Progesteron)
Ø      Pil kombinasi
Ada 2 jenis pil kombinasi :
-         Monfasik, pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
-         Bifasik, tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan 2 dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
Pil kombinasi bekerja dengan cara menekan ovulasi, mencegah implantasi, mengakibatkan lendir serviks mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma, pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula.
Ø      Suntikan kombinasi
Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg Depo Medroksiprogesteron Asetat dan 5 mg Estradiol Sipionat secara IM sebulan sekali.
Suntikan kombinasi bekerja dengan cara menekan ovulasi, membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu, perubahan pada endometium sehingga implantasi terganggu, menghambat transportasi gamet oleh tuba.

  1. Kontrasepsi Progestin
Ø      Suntiksn progestin
Ada 2 jenis suntikan progestin, yaitu :
-         Depo Medroksiprogesteron Asetat (Depo Provera), mengandung 100 mg DMPA yang diberikan setiap 3 bulan dengan IM.
-         Depo Nerotisteron Enantat (Depo Noristerat) yang mengandung 200 mg Noretindron Enantat diberikan setiap 2 bulan secara IM.
Suntikan progestin bekerja dengan cara mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma, menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi, menghambat transportasi gamet oleh tuba.
  1. AKDR ( IUD )
AKDR adalah alat kontrasepsi dalam rahim. Jenis AKDR yaitu AKDR CuT-380A. AKDR bekerja dengan cara menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba fallopi, mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri, memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus.
AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi kemampuan sperma untuk fertilisasi.
  1. Kontrasepsi Mantap
Ø      Tubektomi
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilisasi (kesuburan) seorang perempuan. Jenis tubektomi yaitu, minilaparatomi dan laparaskopi. Cara kerja tubektomi yaitu dengan cara mengoklusi tuba fallopi (mengikat dan memotong atau memasang cincin) sehingga spera tidak dapat bertemu dengan ovum.
Ø      Vasektomi
Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan melakukan insisi pada vas deferens sehingga alur transportasi sperma tehambat.
Vasektomi merupakan upaya untuk menghentikan vertilitas dimana fungsi reproduksi merupakan ancaman atau gangguan terhadap kesehatan pria dan pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga.
Ø      Rekanalisasi Tuba Fallopi
Operasi rekanalisasi dengan teknik bedah mikro sudah dapat dikembangkan. Teknik ini tidak saja menyambung kembali tuba fallopi dengan baik, tetapi juga menjamin kembalinya fungsi tuba. Hal ini disebabkan oleh teknik bedah mikro yang secara akurat menyambung kembali tuba dengan trauma yang minimal, mengurangi perlengketan pascaoperasi, mempertahankan fisiologi tuba, serta menjamin fibriae tuba tetap bebas sehingga fungsi penangkapan ovum masih tetap baik.

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA  TN.”S” DIDUSUN BALANGE
 DESA ULUBALANG KEC. SALOMEKKO
TANGGAL 27 FEBRUARI 2012







OLEH:

NAMA            :   NURMU’AFIAH
NIM                :   BT 09 121
KELAS          :   III C

AKADEMI KEBIDANAN BATARI TOJA WATAMPONE 2011/2012